Keabsahan Perjanjian Jual Beli Satwa Dilindungi dalam Perspektif Hukum Perdata: Studi Kasus Perdagangan Burung di Mojokerto
DOI:
https://doi.org/10.37481/jmh.v6i2.2008Keywords:
Agreement, Protected Wildlife, Civil Law, Legality, ContractAbstract
The illegal trade of protected wildlife in Indonesia continues to occur, including through digital platforms such as social media and instant messaging applications. This condition raises legal issues, particularly regarding the validity of sale and purchase agreements when the object being traded is prohibited by law. This study aims to examine the validity of agreements involving protected birds from the perspective of Indonesian civil law and to analyze the legal consequences arising from such transactions. The research applies a normative legal method using statutory, conceptual, and case approaches. The findings indicate that although agreements between parties may fulfill elements of consent and capacity, they fail to meet the requirement of a lawful cause as stipulated under Article 1320 of the Indonesian Civil Code. The object of the agreement contradicts Law Number 5 of 1990 concerning the Conservation of Natural Resources and Ecosystems. Consequently, such agreements are considered null and void by law and do not produce binding legal effects. Therefore, civil law does not provide legal protection for transactions involving prohibited objects.
References
Ali, Z. (2021). Metode penelitian hukum. Jakarta: Sinar Grafika.
Ardana, I. K., & Putu, N. L. (2022). Tinjauan hukum terhadap perdagangan satwa liar yang dilindungi di Indonesia. Jurnal Hukum Lingkungan, 6(2), 101-115.
Bediona, K. A. A., et al. (2024). Analisis teori perlindungan hukum menurut Philipus M. Hadjon dalam kaitannya dengan pemberian hukuman terhadap pelaku kejahatan. Das Sollen: Jurnal Kajian Kontemporer Hukum dan Masyarakat, 2(1), 1-19.
Endi, S. (2021). Penyelesaian ganti rugi akibat wanprestasi perjanjian jual beli online dikaitkan dengan perlindungan konsumen. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 2(7), 45-58.
Fajar, M., & Achmad, Y. (2019). Dualisme penelitian hukum normatif dan empiris. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Hermawan, R. O., Adolf, H., & Santoso, E. (2024). Kajian hukum penerapan pasal dalam kontrak elektronik di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum, 5(2), 141-164.
Hidayat, R. (2020). Asas konsensualisme dalam perjanjian jual beli menurut hukum perdata. Jurnal Ilmu Hukum, 4(1), 45-56.
Ibrahim, J., & Marzuki, P. M. (2020). Teori dan metode penelitian hukum normatif. Jakarta: Prenadamedia Group.
Januarsa, K., & Sudharma, A. (2019). Penyelesaian wanprestasi dalam perjanjian sewa menyewa. Jurnal Analisis Hukum, 3(2), 223-239.
Lestari, D. A. (2021). Implementasi perjanjian jual beli dalam perspektif hukum perdata Indonesia. Jurnal Yustisia, 10(2), 89-102.
Nugroho, A. (2020). Akibat hukum perjanjian yang batal demi hukum dalam praktik peradilan. Jurnal Rechtsvinding, 9(3), 321-334.
Prasada, D. K., & Mahadewi, K. J. (2023). Kejahatan transnasional dalam perspektif prinsip nasional aktif di Indonesia. Jurnal Hukum Internasional, 12(2), 244-260.
Putra, I. G. N. A., & Suryani, L. P. (2020). Perlindungan hukum terhadap satwa liar dalam perdagangan ilegal di Indonesia. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 7(1), 88-102.
Putri, M. S., & Anggara, R. (2023). Keabsahan objek dalam perjanjian jual beli menurut KUHPerdata. Jurnal Hukum dan Keadilan, 8(1), 67-79.
Rahman, F. (2020). Konsep perjanjian dalam hukum perdata Indonesia. Jurnal Hukum Progresif, 8(2), 120-134.
Santoso, B., & Pratama, D. (2021). Analisis syarat sah perjanjian berdasarkan Pasal 1320 KUHPerdata. Jurnal Perspektif Hukum, 5(1), 33-47.
Sari, N. M., & Wibowo, A. (2022). Keabsahan perjanjian dalam transaksi elektronik berdasarkan hukum perdata Indonesia. Jurnal Yuridis, 9(1), 55-70.
Soejono, S., & Abdurrahman. (2021). Metode penelitian hukum. Jakarta: Rineka Cipta.
Suryanto, E. (2021). Batal demi hukum dalam perspektif hukum perdata. Jurnal Lex Privatum, 9(2), 150-162.
Verbasov, G. A. (2023). Perkembangan transaksi digital dan implikasinya terhadap masyarakat. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 5(2), 5302-5307.
Wijaya, I. G. (2022). Keabsahan kontrak elektronik dalam sistem hukum Indonesia. Jurnal Hukum Teknologi, 3(1), 55-68.
Zora, F. D. H. (2021). Penyuluhan hukum masyarakat tentang perjanjian pengikatan jual beli. Jurnal Pengabdian Hukum, 1(1), 135-143.






